Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen Dan Tunjangan Kehormatan Profesor merupakan suatu aturan yang dikeluarkan dalam rangka menghargai kinerja dosen, dalam hal ini penulisan karya ilmiah.  Sesuai dengan ketentuan itu, tunjangan profesi dosen diberikan kepada dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala dan harus menghasilkan:

a.  Paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau

b.  Paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkand alam urnal internasional, paten, atau karya seni monumenal/desain monumental.

Sedangkan tunjangan profesi dosen dengan jabatan akademik profesor diberikan kepada dosen yang telah menghasilkan:

a.   Paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional; atau

b.   Paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, paten, atau karya seni monumental/desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

Ketentuan tersebut juga bahkan mewajibkan para calon doktor untuk mempublikasikan artikel internasional sebagai persyaratan penyelesaian studinya.

Berangkat dari ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Ristek dan Dikti di atas, Sekolah Pascasarjana USU pada hari Selasa, 28 Februari 2017 menyelenggarakan Workshop Penulisan Artikel Internasional.  Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah akselerasi dosen dan mahasiswa program pascasarjana di lingkungan USU untuk memiliki minat dan mengasah kompetensinya dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal-jurnal internasional. 

Dalam acara pembukaan,  Rektor USU yang pada kesempatan ini diwakili oleh Wakil Rektor III, Drs. Mahyuddin, M.I.T, Ph.D, menyampaikan pesan bahwa menulis karya ilmiah kini menjadi salah satu tugas utama dosen dan mahasiswa, bahkan menjadi salah satu persyaratan penting untuk dapat memperoleh tunjangan profesi maupun proses menyelesaikan studinya sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 20 Tahun 2017 Tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen Dan Tunjangan Kehormatan Profesor.  Apabila dosen dan mahasiswa sudah memiliki kuncinya, maka menulis bukan hal yang sulit, bahkan merupakan tugas yang mudah, sehingga dosen dan mahasiswa dapat menjadi penulis karya ilmiah yang produktif di jurnal yang terindeks internasional..  Acara pembukaan turut dihadiri oleh Direktur SPs USU, Prof. Dr. Robert Sibarani, MS, Wakil Direktur I, Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc,  dan Wakil Direktur II Prof. Dr. Suwardi Lubis, MS, serta jajaran pimpinan SPs USU lainnya. 

Foto Bersama Workshop Penulisan Artikel Internasional

Acara workshop  yang diikuti oleh para dosen & mahasiswa program magister maupun doktor itu diselenggarakan sehari penuh dan mengambil tempat di R.101 Lt.1 Gedung Lama (K01) Sekolah Pascasarjana USU.  Kegiatan workshop  diusung oleh 5 (lima) narasumber yang dikenal memiliki kemampuan dan kompetensi yang tinggi dalam hal penulisan karya ilmiah, yaitu Prof. Dr. Dwi Suryanto, M.Sc (Wakil direktur I SPs USU), Prof. T. Silvana Sinar, MA, Ph.D, Dr. Eng. Himsar Ambarita, Dr. Muhammad Ali Prawiro, MA, dan Rikson Siburian, Ph.D. (ear.-)

Dengan dibukanya penerimaan mahasiswa baru Sekolah Pascasarjana USU disemester genap ini merupakan kesempatan baik kepada mahasiswa/mahasiswi yang baru selesai pendidikan sarjana, baik dari universitas swasta maupun negeri.

Salah satu persyaratan untuk pendaftaran program magister dan doktor dapat dilihat melalui website sekolah pascasarjana USU yaitu : sps.usu.ac.id/pendaftaran, selanjutnya untuk lebih jelasnya boleh menghubungi telpon, fax dan datang langsung ke gedung sekolah pascasarjana USU jalan sivitas academika kampus USU medan.

Antara lain program magister (S2) dan program doktor (S3) seperti dibawah ini :

  1. Program Studi S3 Ilmu Pertanian
  2. Program Studi S2 Agroekoteknologi
  3. Program Studi S2 Ilmu Pangan
  4. Program Studi S2 Peternakan
  5. Program Studi S2 Agribisnis
  6. Program Studi S2 dan S3 Ilmu Hukum
  7. Program Studi S2 Kenotariatan
  8. Program Studi S2 PWD dan S3 Perencanaan Wilayah
  9. Program Studi S2 dan S3 PSL.

Medan–USU: Untuk membangun suatu daerah, khususnya Sumatera Utara diperlukan suatu kerjasama (team work) yang baik. Begitu juga dengan Sivitas Akademika Universitas Sumatera Utara, jika ingin membangun Universitas Sumatera Utara menjadi lebih baik lagi, tentu diperlukan (team work) yang baik pula.

Demikian pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jend. (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dalam Kuliah Umum yang bertemakan “Pembangunan wilayah yang berbasis hukum, politik dan kemanan”. Kuliah Umum yang dilaksanakan pada Senin (25/07/16) di gedung Gelanggang Mahasiswa USU tersebut berjalan dengan lancar dan dihadiri oleh segenap sivitas akademika Universitas Sumatera Utara .

Turut hadir dalam acara ini Rektor USU Prof Dr Runtung SH MHum, Wakil Rektor II USU DR dr Muhammad Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG(K), Direktur Sekolah Pascasarjana USU Prof Robert Sibarani MS,  Perwakilan Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, Anggota MWA USU, Anggota Senat Akademik USU, Ketua DGB USU, Alumni USU, dan mahasiswa Pascasarjana USU.

Pada kuliah umum tersebut, Luhut Panjaitan juga menjelaskan tentang Upaya dan Strategi Pembangunan yang saat ini sedang dijalankan oleh Pemerintah, diantaranya  Pemerataan Pembangunan terutama diluar Pulau Jawa, Peningkata daya saing, dan Transformasi komoditi berorientasi industri.


Diungkapkannya, “Salah satu contoh strategi pembangunan tersebut adalah dengan mengalokasikan dana untuk pembangunan desa. Menurut data yang ada, pengalokasian dana pembangunan pada setiap desa di Indonesia pada setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, yaitu pada tahun 2015 sebesar 0,7 Milyar, 2016 sebesar 1,2 Milyar, 2017 diperkirakan sebesar 1,7 Milyar dan 2018 diperkirakan sebesar 2,3 M.

Dari pemerataan pengalokasian Dana Pembangunan Desa tersebut, secara signifikan juga berdampak pada penurunan angka kemiskinan disetiap desa. Karena dari dana tersebut, mereka dapat membangun desa yaitu dengan membangun dan mengembangkan potensi desa atau dari kearifan Lokal yang dimiliki, dan menurut Presiden Jokowi bahwa sudah saatnya Pemerataan itu tidak hanya di Pulau Jawa melainkan juga harus dirasakan oleh setiap wilayah maupun desa yang ada di Indonesia”, demikian ungkap Luhut Panjaitan selaku mantan Meko Polhukam RI.    

 
Pada kesempatan ini Luhut Panjaitan juga menyinggung tentang Tax Amnesty yang saat ini sedang diprogramkan pemerintah. “Tujuan dari tax amnesty ini adalah untuk mengumpulkan database perpajakan guna peningkatan pendapatan pajak jangka panjang, peningkatan pajak tahun 2016, dan peningkatan sistem IT perpajakan. Sehingga dengan tercapainya tujuan Tax Amnesty tersebut pemerintah dapat mengatur tentang penurunan tarif pajak sekaligus penguatan penegakan Hukum Pajak”, ungkap Luhut.

Tax Amnesty menurut difinisi yang diungkapkan oleh Luhut Panjaitan adalah suatu penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana dibidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan sebagaimana diatur didalam undang-undang.


Sementara itu Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Dr Runtung SH MHum pada sambutannya di sesi pembukaan acara kuliah umum tersebut mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Menko Polhukam atas kunjungan sekaligus memberikan Kuliah Umum di Univesritas Sumatera Utara.

“Dalam kesempatan ini, kami tentunya selaku pimpinan Universitas Sumatera Utara mengucapkan terimakasih kepada bapak Menteri, walau ditengah kesibukan yang ada, bapak Menteri masih dapat meluangkan waktunya untuk memberikan kuliah umum yang merupakan pencerahan bagi seluruh Sivitas Akademik Universitas Sumatera Utara, dan marilah kita ikuti secara seksama sehingga nanti kita dapat memetik hasil yang maksimal dari Kuliah Umum yang diberikan oleh bapak Menteri” demikian ungkap Rektor USU.

Reshuffle Kabinet

Berdasarkan informasi yang dikutip pada laman nasional.kompas.com bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengadakan perombakan kabinet (reshuffle kabinet) jilid II di Kompleks Istana Negara Jakarta. Melalui Jumpa pers (27/7/2016) yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, jajaran menteri, dan para calon menteri, sebanyak 13 mentri yang terpilih telah di pekernalkan oleh Presiden RI tersebut dan salah satunya adalah Jend. (Purn) Luhut Binsar Panjaitan yang saat ini menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman. Sementara yang menduduki jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan  adalah Jend (purn) Wiranto. (Esther/Humas).

Page 1 of 2

© 2017 Sekolah Pascasarjana USU